Indonesia Mayoritas Radikal?

Radikal itu 🤔

Kebetulan lahir di Jaman orde baru, dan termasuk generasi X. Dulu sewaktu duduk dibangku SMP mulai mengenal istilah radikalisme, yang menurut saya radikal adalah paham / ideologi yang berseberangan dengan pancasila. Karena doktrin2 yang kencang saat itu adalah penanaman imej terlarang dan tentu saja radikal kepada komunis.

Pokoknya yang bertentangan dengan Pancasila adalah radikal, Titik!

Ketika mulai duduk di bangku SMU, mulai mengenal istilah radikal kiri dan radikal kanan. Dan pengertian saya saat itu, radikal kiri adalah untuk kelompok garis keras komunis dan sosialis. Radikal kanan untuk kelompok garis keras religius. Dan golongan yang memegang kekuasaan adalah moderat weeek!

Pembelajaran Demokrasi

Alhamdulillah dari dulu suka bergaul lintas kelompok dan golongan, banyak teman-teman (yang saya anggap saat itu) dari golongan kiri ataupun dari golongan kanan. Dan syukurnya juga suka baca2 yang mungkin bacaan saya dianggap orang lain tabu, berdosa, terlarang, dll.

Perang Urat Syaraf

Saat ini kondisi di mana tiap kubu saya anggap seimbang, seimbang bukan dalam jumlahnya… tp seimbang le podo atos e weeek… Noh bisa dilihat dari perang urat syaraf yang terjadi di akun2 medsos. Saling serang, saling menjatuhkan, dan saling jebloskan. Ada 3 kubu yang jelas terlihat, golongan kiri, golongan kanan dan golongan penguasa. Masing2 mengganggap golongan lain salah.

Semua Radikal

Radikal tidak terbatas pada golongan kiri dan kanan, radikal patut disematkan kepada siapa saja yang memaksa orang lain sepaham dengannya dan memaksa mengajak sejalan dengannya. Baik itu untuk kaum nasionalis, agamis, socialis, komunis, liberal, atau sekuler pun.

Jika kita membaca berita politik tentang kubu seberang dan mendadak hati kita panas lgs auto njeplak  di status dan komen, gejala ini patut dicurigai tanda2 radikal.